Minggu, 13 Januari 2013

Euglenophyta


I.                   A. Pendahuluan
Dunia tumbuhan dimulai dari nenek moyang bersama yang masuk kedalam domain Bakteria kemudian berkembang menuju domain Arkhaea dan berkembang lebih lanjut kedalam domain Eukarya atau Eukariota. Alga jamak Algae masuk kedalam Domain yang terakhir yaitu Eukariota artinya organisme yang telah mempunyai membran inti atau inti sejati.
Alga merupakan tumbuhan thalus yang hidup didalam air tawar (fresh water), air payau (brakish), air laut (marine water) dan setidak-tidaknya ditanah yanga lembab atau dilumpur. Ada yang bergerak aktif ada yang tidak. Ada bebrapa pula yang hidup sesil. Definisi algae (ganggang) “organisme berklorofil, talus(uni,multisel),alat reproduksi berupa uni atau multisel”(Smith(1955) ; Gupta (1981) dan Bold dan Wyne (1985). Konsep klasifikasi alga modern didasarkan pada kriteria pigmen, bentuk dan wujud cadangan makanan, flagel , dinding sel dan struktur sel.melihat dari jasadnya alga dibedakan menjaidi dua kelompok yaitu makroalga dan mikroalga.
Didalam tulisan ini penulis akan membahas mengenai mikroalga khususnya pada divisi Euglenophyta. Beberapa ahli berpendapat bahwa euglenophyita termasuk kedalam Protista mirip tumbuhan Yang termasuk alga mikroskopis adalah Filum Euglenophyta, Pyrrophyta, dan Chryssophyta. Alga mikroskopis memiliki ciri-ciri khusus, yaitu dapat berfotosintesis sama seperti tumbuhan, tersebar luas di alam, dan dijumpai hampir di segala macam lingkungan yang terkena sinar matahari. Alga renik yang terapung-apung di perairan ini merupakan bagian fitoplankton yang berguna sebagai sumber makanan penting bagi organisme-organisme lain, sama seperti fungsi Protozoa


lam rantai makanan karena kegiatan fotosintesisnya sehingga dinamakan sebagai ‘produsen primer’ bahan organik. Di dalam kegiatan fotosintesisnya, alga menghasilkan oksigen. Gas ini sangat penting untuk binatang maupun organisme lain dalam aktivitas



A.    Isi
Chlorophita adalah angggota dari euglenophyta sama dengan  Chlorophyta dan Charophyta memperlihatkan klorfil a dan b di dalam kloroplasnya. Euglenophyta berbeda dari alga hijau dalam organisasi selnya dan kandungan biokimianya. Persamaan dari mereka, mereka menyimpan cadangan makanan sebagai paramylon,a β-1, 3 polymer glukosa yang tampak pada sitoplasma dan bukan di dalam koroplas seperti α-1, 4-plimer glukosa, pati dari Chlorophyta.
Euglenophyta tersebar secara luas, terdapat di air tawar, air payau air laut dan pada tanah lembab dan lumpur. Mereka selalu melimpah dan kadang membuat blooming air di kolam, tangki dan di genangan air, terutama yang memilki kaxses ternak.  Trdapat 800spesies dari Euglenophyta termasuk Chlorophylous dan spesies yang berwarna yang telah diketahui.
b.1 Organisasi selular
Sel Euglenophyta dibatasi oleh plasmalemma exterirly dan didalamnya terdapt lapisan protein dengan kulit tipis yang spiral dan terdiri dari garis pellicular yang tumpang tindih. Pellicle tersusun dari 80% protein sisa lemak dan karbohidrat. Beberapa Euglenophyta berjalan mengalir , berkontaksi dan memeperluas “perpindahan Euglenoid” atau metabolism ketika tidak berenang mekanisme yang bleum dimengerti.ketika mereka dalam fase enkistasi dan palmelloid , euglena dan flagellate mempunyai dua atau beberapa flagel .
Di bagian depan dari sel  euglena hijau, terdapat tonjolan bitik mata atau stigma terdapat di sitoplasma yang berwarna , dan kontras daripada  kebanyakan alga lainnya, di bagian yang berada didalam cloroplas. Stigma terletak disekitar tempat pembengkakan flagel.
Astaxantin atau ecinenone adalah pigmen dalam bintik mata bersama dengan yang lainnya yaitu pigmen carotenoid. Pigmen carotenoid seperti DNA tampak pada stigma E. gracilis. Dimulai dengan Engelmann (1882), banyak peneliti berpendapat bahwa bintik mata dari euglena (dan sel aigal euglena lainya) yang terlibat menerima rangsangan cahaya. Organisme tersebut adalah phototactic positif  terhadap cahaya dengan insetitas rendah dan phototactic negative terhadap cahaya terang dan kegelapan. Sejumlah penelitian memperlihatkan aksi spectrum dari phototaxis dan penyerapan spectrum oleh pigmen  bintik mata ( Cobb, 1963).
Chloroplast dari euglenophyta bervariasi di antar spesies dan genus yang berbeda. Mereka Mungkin kecil, cakram sederhana ; besar dan seluruhnya platelete atau pinggiran terbelah ; atau pita dan tersusun dalam mode yang seperti bintang. Kloroplas dibatasi oleh tiga membaran yang berikaatan dengan chlorophyta  ( Leefor-Tran, 1981). Ini telah di tunjukkan bahwa cloroplas dari euglena adalah derivate dari hasil simbosis dengan alga hijau, membrane terluar menunjukkan plasmalemma adalah simbiosis asli. (Gibbs, 1978,1981A,B).
Vakuola kontraltif terletak di bagian anterior dari sel euglena dan disimpan didalam tempat cadangan secara teratur. Vakuola kecil menyatu ke dalam vakuola kontraktil yang baru setelah dia mengisi ke dalam cadangna makanan.
Nukelus adalah bagian terpenting dari sel  euglena ( Fig. 5.4a) dan sering mudah terlihat di dalam individu yang hidup  di tengah atau di bagian belakang dari sel. Mitosis intranuclear sebagian besar ditandai oleh nucleus yang terus menerus terbagi selama mitosis.  Susunan dari kromosom panjang dan berporos. Kromatid berpisah secara bertahap sepanjang sumbu panjang mereka dan berpindah ke kutub. Mikrotubulus sekarang menyususn benang- benang spindle di dalam nucleus. Sitokenesis terjadi dengan pembelahan yang membujur dari protoplasma.
Beberpa genus dari euglenoid mempunyai kemampuan untuk menjadi kista dan dengan demikian dapat bertahan  dari kondisi lingkungan yang tidak baik. Dan satu spesies ( E. myxocylindraca Bold dan MacEntee,1973) tampak seperti palmelloid permanen. Reproduksi pada euglena sepenuhnya adalah dengan aseksual dengan pembelahan sel.
b. Reproduksi
Reproduksi pada Euglenophyta dapat dengan seksual dan dengan aseksual
b.1.Aseksual
      Dengan pembelahan sel, baik waktu sedang aktif bergerak atau dalam keadaan istirahat. Pada genera yang mempunyai lorika (pembungkus sel) protoplast membelah di dalam lorika, kemudian salah satu anak protoplast keluar dari lorikanya dan membentuk lorika baru, sedang yang satu tetap di dalam lorika lamanya dan tumbuh menjadi sel baru. Pada sel yang bergerak aktif, pembelahan memanjang sel (longitudinal) dan dimulai dari ujung anterior. Pada genera yang mempunyai satu flagella, mula-mula blepharoplast membelah menjadi dua, satu membawa flagelanya dan satu lagi akan menghasilkan flagella baru.



Gambar 1 Euglena, pembelahan biner membujur
Keterangan:
- a – c: inti membelah
- d – e: membran plasma menggenting
- f : terbentuk dua sel anak

      Pada yang mempunyai dua flagella, dapat terjadi salah satu sel anakan membawa dua flagel lamanya dan sel anakan yang lain akan menghasilkan dua flagella baru atau dapat terjadi masing-masing sel anakan membawa satu flagella dan kemudian masing-masing menghasilkan satu flagella lagi. Pembelahan sel pada yang tidak bergerak aktif dapat berlangsung dalam keadaan dibungkus oleh selaput lendir. Kadang-kadang protoplast anakan tidak keluar dari selaput pembungkusnya sebelum membelah lagi. Dalam kasus seperti ini akan terbentuk koloni yang tidak permanen, yang pada waktu tertentu selnya akan bergerak aktif kembali. Pada banyak genera dijumpai bentuk berupa siste berdinding tebal. Bentuk siste ada yang menyerupai sel vegetatifnya, tetapi kebanyakan bentuknya berbeda, bulat atau polygonal. Protoplast dapat menghasilkan sangat banyak euglenarhodone, sehingga berwarna sangat merah. Biasanya siste berkecambah dengan keluarnya protoplast dari dalam dinding yang tebal dan tumbuh manjadi sel baru yang bergerak aktif.

b.2.Seksual
Adanya konjugasi/penggabungan sel vegetatif pernah dijumpai pada beberapa euglenoid, tetapi kasus ini masih sangat kabur. Autogami (penggabungan dua inti anakan dalam sel), pernah dijumpai pada Phacus.

      Pada umumya Euglena sp. Membelah diri secara longitudinal selama hidup sebagai plankton yang dapat membelah diri waktu berada dalam kista. Genus Euglena dapat membentuk bermacam –macam kista yaitu:
1.    Protective-cystes : kista ini dibentuk untuk perlindungan terhadap bahan-bahan yang beracun atau sinar ,atahari yang kuat misalnya pada waktu pagi hari atau sore hari.
2.    Reproduvtive-cyste : pada kista tersebut protoplasma membelah diri dalam 2 atau 4 bagian dan tiap bagian nanti menjadi satu individu dalam kista tiap individu dapat bergerak dengan flagel yang terbentuk.
3.    Temporary – cyste : atau resting- cyste terbentuk pada individu beristirahat atau jika ada matahari yang kuat. Dinding- dinding kista dari selulosa ini dapat membuka dalam 2 bagian simetrik.

c.2 Nutrisi
Sangat sedikit euglena yang dapat tumbuh dengan baik dilingkungan yang bersih, sehingga kita kekurangan informasi tentang nutrisi dari Chlorophilous. Banyak peneliti yang hanya mempelajari satu spesises, E.Grasilis Klebs dan dan varietas, yang mana tumbuh dengan mudah di kondisi lingkungan yang bersih. Meskipun mempunyai kloroplas a dan b , euglena hijau bukanlah phototropic mutlak tetapi agak brrsifat phototropic karena mereka membutuhkan satu atau lebih vitamin. Meskipun mereka menggunakan komponen organic seperti sumber nitrogen, tidak ada bukti tegas bahwa mereka membutuhkannya. Beberapa dari spesies euglena hijau adalah heterotropic fakultatif; yaitu mereka dapat tumbuh didalam kegelapan jika tersedia karbon organic dan, memang mereka tumbuh ditempat terang mungkin dirangsang oleh senyawa karbon. Kivie dan Vesk (1974)  melaporkan bahwa phinositotic mengambil protein dari tempat penyimpanan euglena. Tak satupun euglena hijau yang phagototropic tetapi beberapa merupan pesies yang berwarna.
Jenis dari Euglena gracilis telah memutih oleh pertumbuhan pada  temperature 32 sampai 35ᵒC (Pringseim dan pringsheim, 1952; Lyman dan Travase,1980). Meskipun ada beberapa Euglena yang tidak berwaran, hanya beberapa yang dapat mewakili didalam diskusi.

b.2 Pembagian Euglenophyta
Terdapat tiga anggota dari ordo Euglenophyta, kelas Eugelnophyceae,. Eutreptia dari ordo Eutreptiales ; Euglena, Astasia, Tracelomonas, Phacus, Hyalpacus, dan Colacium, dari Euglenales; dan Peranema dari Heteromatales.
b.2.1. Ordo 1 . Eutreptiales
Eutreptiales berbeda dari Euglenales, memiliki dua flagel yang penting dengan panjang yang sam                                                                                                                                                                                                                                                                            a dan termasuk kedalam Euglenoid yang sangat aktif berpindah. Eutreptia anggota tunggal dari ordo yang kita diskusikan disini ini adalah anggota dari keluarga Eutreptiaceae
Eutreptia Perti Eutreptia (Gr. Eu, baik, nyata + Gr. Treptein mengaktifkan) flagel-falgel. Selnya nyata bervariasi  disebabkan dari pergerakannya sendiri.berdasarkan spesies, kloroplasnya tidak menyerupai pita, dan berakhir di pusat paramilon (Fig.5.1). Eutreptia  sering muncul dilautan dan di air payau.



Gambar 2. Eutreptiella braarudii Throndsen, 1969


Gambar 2.  Eutreptiella eupharyngea Moestrup & Norris in Walne et al., 1986


b.2.2. Ordo 2. Euglenales
Dari kedua flagel di anterior sel merupakan anggota dari Euglenales. Hanya satu yang muncul dari tempat penyimpanan dan dari lubang (Fig. 5.2). marga dari Euglenales memiliki satu keluarga Euglenaceae.
Euglena Ehrenbeg genus dari Euglena ( Gr. Eu, baik + Gr. Glene, bolamata) (Fig. 5.2-5.4) sangat familiar dan salah satu yang besar mendekati 152 takson. Mastigonemes adalah contoh euglena dari E. gracilis (Bouck at al,.1978).

Pebelahan sel  (Fig. 5.3)  didahului oleh mitosis dari tipe Euglenoid. Sitokenesis membujur, dimuali dari ujung anterior. Boasson dan Gibbs (1973) melaporkajn hal yang sinkron pembelahan dari cloroplas di sitokenesis di dalalma Euglena.



Gambar 4.  Euglena grasilis

Astasia dujardin Astasia (Gr. Astatos,  bergoyang-goyang) (Fig. 5.5) adlah bagian dari euglena yang berwarna . caramengambil nutrisi tentunya dengan saprophytic dan cloroplas, bintik mata, dan flagel yang membnegkak hidup di air laut ataupun  di air tawar speises dari Astasia telah didiskripsikan.


Gambar 5 Astasia fritschii

Tracelomonas Ehrenberg in tracelomonas  ( Gr. Trachelos, leher + Gr. Monas, organisme tunggal) ( Figs.5.6-5.7) sel-selnya telnjang dan diapit dengan pkaain yang hidup disebut dengan lorika ( membrane “ envelope).



Gambar 6. Tracelomonas grandis
Colacium Ehrenberg sel dari Colacium  (Gr. Kolak, Parasit ) (Figs 5.8,5.9) sellau hidup menetap dan menempel pada subtract di bagian anteriornya, dengan tangkai mucilaginous (Rosowki dan Willey , 1977) lurik dan bergerigi. Spesies Colasium sebagai jenis hewan aquatic  termasuk protozoa Vorticella dan  rotifer dan copepods (Rosowski dan kugrens,1973; Rosowski dan Willey,1975). Satu spesies C.libellae hidup di rectum  dari larva damselflies (Rosowski dan Willey,1975) Hidup berenang dengan bebas dengan satu flagel dan melekatkan diri di subtract dengan ujung anterior.
Dan tambahan lagi selain berhabitat sebagai hewan aquatic, spesies dari Colacium ditemukan di lumpur dan di air tawarmenempel pada tumbuhan aquatic. Colacium kadangkadang diklasiffikasikan dalam keluarga terpisah dari Euglenoid lainnya karena habtatnya yang seil atua menetap.









Gambar 6. Colacium mucronatum

Phacus Dujardin sel dari Phacus (Gr. Phakos , lentil) (Fig.5.10) adalah hidup berenang dngan bebas, lebih atau kurang pipih, dan bergerigi. Kebanyakan spesies tumbuh di air tawar. Sel ditandai dengan  stria yang memebujur atau melingkar. Semuanya besar dan memepunyai klorofil berbenuk cakram kurang seperti pyrenod. Satu flagel yang panjang berakhir di canal.


Gambar 7. Phacus pleuronectes


Hyalophacus Pringsheim Hyalophacus (gr.hyalinos, bersih + Gr. Phakos, Lentil ) (Fig.5.11) sama seperti pakus tetapi mempunyai kloropas yang kurang atau lebih sedikit. Dua spesise telah diketahui , satudengan bintik mata dan flagel dan lainnya kurang dari itu (Leeadale, 1967). Hyalophacus mungkin tampilan perbaikan dari Pha

cus seerti Euglena gracilis pada perawatan khusus, kehilangan kloroplas.
Gambar 8. Hyalophacus

b.2.3 Ordo 3 Heterohematales
Anggota dari Heterohematales berwarna dan phagotropic. Mereka memilki bintik mata yang berkurang dan flagel. Meskipun mereka memilki karasteristik dari euglena lainnya mereka dibagi tersendiri dari genus Clorophylouse di dalam nutrisis dan mempunyai oragenl special untuk menelan  partikel dan oragansisme lainnya .

Peranema Dujardin  sel berwarna dari Peranema (Gr.pera, luar + Gr. Nema, benang) (Fig, 5,12) merupakan Euglena seperti masuk didalamnya dan mempunyai paramylon yang melimpah.  Peranema trichophorum (Ehrenb) Steinadalah memepunyai dua flagel seperti Eutreptia. Namun satu flagel lebih ramping dari pada dua,


Gambar 9. Gomphonema truncatum

  1. Permasalahan
Dalam buku biologi Campbell Euglenophyta tidak termasuk ke dalam alga tetapi masuk kedalam protozoa yang mirip tumbuhan (alga). Sedangkan didalam buku taksonomi tumbuhan yang ditulis oleh Prof.Ir.Gembong Tjitrosoepomo Eugelnophyta tidak dimasukkan kedalam divisi tapi merupakan bangsa dari anak divisi flagellate. Didalam buku botani tumbuhan bertahlus alga mengatakan bahwa Euglenophyta adalh sebah divisi tersendiri dari algae tetapi bedanya dengan buku yang ditulus oleh Harold, bahwa hanya ada satu kelas dari divisi tersebut.


                                       


Daftar Pustaka
Bold, Harold Charles.1985.Introduction to theAlgae. United State of Amerika: Prentice-Hall.
Neil.ACambpbell,Jane B.Recee,Lawrence G. Mitchel.2003.Biology 5th Edition.Jakarta: Erlangga.
Saptasari,Murni.dkk.2007.Botani Tumbuhan Bertalus Algae. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Tjitrosoepomo,Gembong.2005.Taksonomi Tumbuhan.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Anjani,Alusia.2009. Euglenophyta (online). http://alusiaanjani.blogspot.com. Diakses pada 25 November 2012.
Budisma.2012.Klasifikasi Alga Berdasarkan Pigmen (online). http://budisma.web.id. Dikases pada 25 November 2012.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar